My Dreams Will comes true

My full name is MadumaYanti Sari, my nick name is Duma. My friend call me duma ^_^ Now I’m student of University of Riau. Faculty Fisipol and Major communication science, and now I’m 4th semester, my goal became a successful woman. Who has many companies engaged in retail group.

I came from the Batak tribe, I have many dreams, I am convinced and believe that my dream will come true someday and make my parents happy

“Program Perencanaan Kerja Public Relations”

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Public relations merupakan fungsi manajemen yang membentuk dan menegelolah hubungan saling menguntungkan antara organisasi dan masyarakat. PR selalu menjadi salah satu bidang yang sangat dinamis dalam kehidupan berorganisasi, karena praktisi PR membutuhkan keterampilan dan kapabilitas yang beragam untuk keberhasilan pekerjanaan mereka. Yaitu untuk membangun dan memelihara hubungan dalam organisasi, baik individu dan kelompok yang selalu masuk dalam hubungan bersama dengan pihak lainnya.

Seorang public relations harusb melakukan perencanaan program kerja baik itu jangka panjang maupun jangka pendek, yang harus direncanakan dengan cermat dan hati – hati, sehingga akan diperoleh hasil – hasil yang nyata. Program tersebutharus berhubungan dengan tujuan organisasi, maka seorang praktisi PR harus memahami apa yang sedang dilakukan manajemen, bahwa mereka adalah bagian dari tim manajemen.

 

1.2  Rumusan Masalah

Adapun masalah dari pembuatan makalah ini yaitu sebagai berikut :

1.3  Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Program Kerja

Program adalah suatu rancangan mengenai asas suatu usaha yang akan dijalankan. Sekumpulan aktivitasyang salingberkaitan dan bantu membntu diantara satu dengan yang lain kepada pencapaian seseuatu tujuan program itu. Organisasi mengandung satu atau lebih program dan tujuan tiap – tiap program itu adalah tidak serupa, tetapi saling menyumbang kepada satu tujuan sebuah organisasi itu.

Program kerja adalah sebagai suatu rencana kegiatan dan suatu organisasi yang terarah terpadu dan tersistematis yang dibuat untuk rentang waktu yang telah ditentutan oleh suatu organisasi. Program kerja ini akan menjadi pegangan bagi organisasi dalam menjalankan rutinitas roda organisasi. Program kerja juga digunakan sebagai sarana untuk mewujudkan cita – cita organisasi. Ada 2 alasan mengapa program kerja perlu disusun oleh suatu organisasi :

2.2 Ruang Lingkup Program Kerja Public Relations

Program berhubungan dengan tujuan keorganisasian, maka seorang praktisi Public Relations harus memahami apa yang sedang dilakukan oleh manajemen, bahwa mereka adalah bagian dari tim manajemen. Program merupakan suatu rancangan mengenai asas serta usaha yang akan dijalankan. Program kerja PR adalah rancangan yang dibuat untuk menjalankan kegiatan PR.

Dengan melaksanakan metode program kerja secara bertahap dan menggunakan media komunikasi yang tepat. Public Relatians dapat membantu melancarkan jalannya kegiatan perusahaan. Dalam hal ini banyak permasalahan yang perlu menjadi pemikiran Public Relations, antara lain :

  1. Ke dalam
  2. Meningkatkan efisiensi tenaga buruh atau pegawai (SDM)
  3. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pegawai (SDM)
  4. Memelihara kekompakan kerja serta menyalurkan kreativitas para pegawai (SDM)
  5. Ikut mengawasi dan menjaga perusahaan dari gangguan – gangguan penyelewengan
  6. Ke luar
  7. Memelihara hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat (public), terutama dengan public sekitar temat dimana perusahaan itu berada.
  8. Mengajak masyarakat untuk menjadi minded terhadap hasil produksi perusahaan.
  9. Memperluas pasaran hasil produksi perusahaan
  10. Membina kepercayaan dan simpati masyarakat terhadap kegiatan perusahaan. (Suhandang, 2004:238)

Pada dasarnya tujuan umum dari program kerja dan berbagai aktivitas PR adalah cara menciptakan hubungan harmonis antara organisasi atau perusahaan yang diwakilinya dengan publiknya atau stakeholder sasaran khalayak yang terkait.

Tujuan dari proses perencanaan program kerja untuk mengelola berbagai aktivitas PR tersebut dapat diwujudkan jika terorganisasi dengan baik melalui manajemen yang dikelola secara professional dan dapat dipertanggungjawabkan hasi atau sasarannya.

2.3 Perencanaan Program Kerja Public Reletions

Defenisi perencanaan kerja, menrut pakar Public Relations, Frank Jeskins (2004 : 13), Public Relations consists off all from of planned communications outwards and inwards between an organization and its public for the purpose of achieving specific objectives concerning mutual understanding.

Secara umum pengertian dari perencanaan program kerja public relations yaitu terdiri dari semua bentuk kegiatan perencanaan komunikasi baik kegiatan ke dalam maupun ke luar antara organisasi dan publiknya yang tujuannya untuk mencapai saling pengertian.

Perencanaan program kerja public relations tersebut, berkaitan dengan pengertian perencanaan, wujud rencana kerja dan alasan dilakukannya perencanaan kerja program PR, termasuk manfaat dan klasifikasi perencanaan kerja tersebut. Maka penjelasannya sebagai berikut

  1. Perencanaan kerja, yaitu terdiri dari :
  2. Perencanaan, seseorang yang memanfaatkan atau menginterpretasikan segala informasi, materi dan data yang tersedia baik secara kuantitatif maupun kualitatif untuk di analisis, diseleksi dan diproses sebagai bahan perenacaan kerja yang akan datang.
  3. Hasil yang akan diperoleh relevan dengan hal-hal yang berkaitan dengan peran dan fungsi kegiatan dalam suatu organisasi.
  4. Perencanaan kerja PR, yang berkaitan dengan :
  5. Fungsi dan teknis manajemen humas yang profesional, dinamis serta proaktif.
  6. Merupakan metode terbaik untuk mempersiapkan pihak organisasi dalam menghadapi perubahan yang sering terjadi.
  7. Penilaian (evaluasi) atau meriview hasil perkembangan kegiatan masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.
  8. Mengantisipasi dan mengahadapi, tantangan atau resiko yang akan terjadi melalui suatu proses untuk menentukkan tujuan dan sasaran jangka pendek dan jangka panjang secara periodik dan strategis.
  9. Wujud rencana kerja PR
  10. Renacana yang berkaitan dengan hasil atau produk dari perencanaan yang telah dilaksanakan, baik dalam waktu jangka pendek maupun jangka panjang.
  11. Renacana perencanaan konsep dasar dari perencanaan kerja PR yang dirancang
  12. Renacana untuk membuat pernyataan berdasarkan dari target yang ingin dicapai
  13. Perencanaan Kerja PR dan alasan-alasan untuk dilakukan kegiatan PR
  14. Alasan dalam kegiatan perencanaan, dalam kata lain yaitu action plan yang mana dapat bersifat proaktif, reaktif, defensive,preventif, protektif dan hingga profitbel.
  15. Alasan mengapa (why) :
  16. Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan lebih luas
  17. Mengahadapi perubahan lebih sempit dalam bidang operasional.
  18. Menciptakan tujuan yang objektif, sasaran dan target yang ingin dicapai.
  19. Manfaat perencanaan kerja PR

Manfaat yang diperoleh dari pembentukan perencanaan kerja PR, yaitu :

  1. Membantu pihak manajemen organisasi untuk mampu beradaptasi terhadap lingkungan yang berubah-ubah
  2. Mengefektifkan dan mengefesienkan koordinasi atau kerjasama antara departemen dan pihak terkait lainnya.
  3. Menghindari resiko kegagalan dengan tidak melakukan perkiraan atau perencanaan tanpa arah yang jelas dan konkret
  4. Mampu melihat secara keseluruhan kemampuan operasional organisasi
  5. Menetapkan klasifikasi rencana kerja PR, yaitu renacana strategi, rencana tetap dan rencana tertentu.

Dalam pembentukan perencanaan program kerja PR, dimana perlunya seorang praktisi khusus harus terlebih dahulu mengetahui dan dapat memahami tujuan yang akan dicapai oleh organisasinya, jika tidak memahami dan mengetahui dengan pasti tujuan organisasi sebelum melakukan perencanaan program PR, akibatnya timbul hambatan-hambatan, yaitu :

  1. Kegagalan manajemen menyertakan para pelaksana untuk turut serta mempertimbangkan perumusan kebijakasanaan dan program kerja organisasi
  2. Kurang tercapainya kesepakatan mengenai tujuan-tujuan dari pelaksanaan program PR.
  3. Kurang waktu karna tersita oleh pembahasan-pembahasan mengenai permasalahan sehari-hari
  4. Keterlambatan dan frustasi yang dialami pelaksana karna kurangnya koordinasi departemen terkait

Tujuan dari proses perencanaan program kerja untuk mengelola berbagai aktivitas manajemen humas tersebut yang diwujudkan jika terorganisasi dengan baik melalui manajemen humas yang dikelola secara profesional dan dapat dipertanggung jawabkan hasil dan sasarannya. Secara umum pengertian dari perencanaan humas yaitu terdiri dari semua bentuk kegiatan perencanaan, wujud rencana kerja dan alasan dilakukannya perencanaan kerja humas.

Apapun jenis perencanaan, akan selalu mengikuti langkah-langkah tertentu, dimana langkah-langkah tersebut sebaga berikut :

  1. Menentukkan kebutuhan, kemudian memprioritaskan satu atau beberapa yang menjadi tujuan perencanaan
  2. Melakukan ramalan dan menentukan program serta alternatif-alternatif pemecahan
  3. Menspesifikasi program
  4. Memilih alternatif pemecahan

Perencanaan program kerja PR harus dikaitkan dengan cita-cita dan tujuan. Sehubungan dengan hal tersebut terdapat dua program PR yang bersifat mendasar yaitu program PR yang bersifat preventif dan program suatu program yang direncanakan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh organisasi, sedang program remedial sehubungan dengan perbaikan situasi dan kondisi yang terjadi pasca krisis. Perencanaan kerja PR, berkaitan dengan :

  1. Tiga Dasar

Ada tiga dasar yang hakiki agar Rencana Program PR dapat berhasil baik, yaitu :

  1. Rencana program kerja harus dibuat dengan teliti dan harus didukung oleh pihak manajemen
  2. Rencana program kerja tersebut harus mempunyai tujuan
  3. Dilakukannya pengarahan mengenai Rencana Program tersebut

PRO (Praktisi PR) tidak boleh berurusan dengan PR rabun atau rencana program yang direncanakan secara tidak jelas. Agar berhasil, rencana program PR harus disusun terlebih dahulu dan disesuaikan dengan ruang lingkup dimana PRO bekerja di perusahaan besar atau kecil. Misalnya, dengan ruang lingkup yang kecil dan disesuaikan dengan keadaan finansialnya ketika dibuat rencana program PR selama satu tahun.

  1. Unexpected Case

Dalam praktek, seorang PRO sering dihadapkan dengan sesuatu yang berada diluar perkiraan atau tujuan rencana program. Maka rencana program harus dibuat sebaik mungkin. Penanganan hal – hal yang hadir di luar dengan dugaan tersebut akan jauh lebih sulit dikarenakan tidak ada guideline (patokan) dalam rencana programitu sendiri. Karena itulah, tak satu bisnis pun dapat beroperasi tanpa rencana program yang matang dan jelas.

  1. Faktor Utama Rencana Program

2.4 Pentingnya Perencanaan Program Public Relations

Rencana program PR sama pentingnya dengan menciptakan suatu fondasi yang kuat untuk sebuah bangunan. Menrut Frank Jefkins (2002 : 56) ada empat alasan yang paling penting bagi perlunya suatu perencanaan PR. Keempat alasan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Untuk menetapkan target – target operasi PR yang nantinya akan menjadi tolok ukur atas segenap hasil yang diperoleh
  2. Untuk memperhitungkan jumlah jam kerja dan berbagai biaya yang diperlukan
  3. Untuk menyusun skala prioritas guna menentukan jumlah program dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan segenap program PR yang telah diprioritaskan
  4. Untuk menentukan kemungkinan pencapaian tujuan – tujuan tertentu sesuai dengan ketersediaan :

 

 

2.5 Model Perencanaan PR

MenurutJefkins(2004:57)adaenammodelperencanaanPRyangsudahditerimasecaraluasoleh para praktisi PR profosional yaitu :

2.5.1        PengenalanSituasi

Model perencanaan kegiatan PR dengan pengenalan situasi adalah dengan melakukan perencanaan logis yang merupakan prosedur penyusunan rencana yang didasarkan pada pencapaian  tujuan.

Situasi PR biasanya menyangkut  hal‑hal yang dihadapi  oleh para praktisi PR.Pada situasi  ini tujuan yang ingin dicapai adalah mengubah empat sikap negative menjadi empat sikap positif.Melalui pengubahan tersebut diharapkan pada akhirnya akan dicapai suatu pengetahuan yang dapat menumbuhkan pemahaman.

Pengenalansituasidilihatdarisikap negative antaralain :

1)      Permusuhan (hostility)

2)      Prasangka (prejudice)

3)      Apati (apathy)

4)      Sikap acuh tak acuh (ignorance)

2.5.2        Penetapan  Tujuan

Setiap tujuan organisasi dalam pengertian yang luas akan jauh lebih mudah dijangkau apabila usaha mencapainya juga disertai dengan kegiatan-kegiatan humas, baik itu yang dilakukan oleh unti/departemen humas internal maupun lembaga konsultasi humas eksternal. Seperti masalah keterbatasan sumberdaya, khususnya tidak semua tujuan tersebut bisa dicapai.

Terpilihnya tujuantidak hanya semata–mata ditentukan oleh keterbatasan sumberdaya, tetapi bisa berasal dari sejauhmana pimpinan peruahaan atau organisasi yang bersangkutan menyadari arti pentingnya humas dan seberapa baik ia menjalin hubungan dengan kalangan media massa.

2.5.3        Defenisi Khalayak

Betapa pentingnya suatu organisasi harus mengenali dan membatasi khalayaknya.Karena, ia harus menentukan bagian yang paling sesuai atau yang paling dibutuhkannya. Kalau khalayak yang potensial ternyata terlalu luas atau bervariasi maka khalayak hanya terfokus sebagian diantaranya.Walaupun untuk beberapa khalayak kita bisa menjangkaunya sekaligus melalui media-media tertentu seperti suratkabar dan televisi.

2.5.4        Pemilihan Media Dan Teknik-TeknikHumas

Media danTeknikHumas

Media dan teknik humas sangat bervariasi.Bila kita membandingkan media humas dan media iklan, akan muncul beberapa hal menarik yaitu :

Humas

  1. Para praktisi humas cenderung pada media-media yang bercakupan lebih luas.
  2. Para praktisi humas berhubungan dengan para editor, jurnalis, serta para produser TV dan Radio.
  3. Kolom dan waktu siar untuk artikel humas terkadang tidak harus dibayar.
  4. Kampanye humas bersedia menggunakan media apa saja, asalkan bisa menjangkau sebanyak mungkin khalayak.
  5. Program-program humas secara umum tidak terlalu pilih-pilih media seperti iklan.

Periklanan

  1. Condong pada media-media yang punya ciri khas, menarik atau glamor sesuai dengan karakteristik khalayak yang hendak dituju.
  2. Para praktisi periklanan lebih banyak berhubungan dengan manajer iklan dari berbagai perusahaan dan petugas iklan di media massa.
  3. Kampanye periklanan biasanya dilakukan terbatas pada media-media yang biasdiharapkanakanmembuahkanhasilmaksimaldenganbiayaserendah-rendahnya.
  4. Duniaperiklananselalumemilihtempat-tempattertentu yang paling menjanjikankeberhasilan.

2.5.5        Pengaturan Anggaran

Para perencana media humasjugaharusmemperhitungkan media mana yang harusdigunakanuntukmenjangkaukhalayak yang dipilih, tentunyasesuaidenganketerbatasananggaran yang ada.

  1. PentingnyaAnggaran

Adapunartipentingdaripenyusunananggaranbersumberdariadanyabeberapaalas anyaitu :

  1. Untukmengetahuiseberapabanyakdana yang diperlukandalamrangkamembiayaisuatu program ataukampanyehumas.
  2. Anggaranmemaksakandisiplinpengeluarandanasehinggamencegah terjadinyapemborosanataupengeluaran yang berlebihandantidakperlu, sehinggasegalasesuatu yang berkaitandengansoalpengeluaranataupembiayaanakanberjalantepatsesuaidenganrencana yang telahditetapkan.
  3. Unsur-unsur Anggaran Humas

Padaumunyasuatuanggaranhumasmemilikiunsur-unsurataupospengeluaranpokoksebagaiberikut : (Anggoro, 2008;88)

1)      TenagaKerja

2)      BiayaTetap

3)      MateriatauPeralatan

4)      Kaskecil

2.5.6        Pengukuran Hasil Kegiatan Humas

Ada 3 halterpentingberkenaandenganpengkuranhasilini.

  1. Teknik-teknikyang digunakanuntukmengenalisituasisering kali jugadimanfaatkangunamengevaluasiberbagaihasil yang telahdicapaidarisegenapkegiatan-kegiatanhumasyangtelahdilaksanakan.
  2. Metodepengumpulanpendapatatauujisikapmerupakanduametode yang paling lazimdigunakan. Metode-metodeevaluasihasilbiasanyaditerapkanpadatahapperencanaan. Namunbilaperlu, penyesuaianbisa pula diilakukanselamaberlangsungnya proses pelaksanaandari program humas yang bersangkutan.
  3. Setiap program humasharusmemilikitujuan yang pasti.

 

2.6 Proses Kerja PR

Proses kerja PR merupakansatukesatuanperencanaan yang secarasirkulerterusmenerusberlangsung. Langkah–langkahkegiatan PR yaitu (Jefkins,2004:72) :

  1. Menganalisisperilakuumumdanhubunganorganisasiterhadaplingkungan.
  2. Menentukandanmemahamisecarabenarperilakutiap-tiapkelempokterhadaporganisasi.
  3. Menganalisistingkatopini public, baik yang intern maupun yang ekstern.
  4. Mengantisipasikecenderungan-kecenderungan, masalah yang potensial, kebutuhan-kebutuhandankesempatan-kesempatan.
  5. Menentukanformulasidanmerumuskankebijakan-kebijakan.
  6. Merencanakanalatataucara yang sesuaiuntukmeningkatkanataumengubahperilakukelompokmasyarakatsasaran.
  7. Menjalankandanmelaksanakanaktifitas-aktifitassesuaidengan program yang telahdirencanakan.
  8. Menerimaumpanbalikuntukdievaluasi, kemudianmengadakanpenyesuaian-penyesuaian yang diperlukan.

 

Scott M. Cutlip& Allen H. Center (2005:295), menyatakanbahwa proses perencanaan program kerjamelalui proses empattahapanataulangkah-langkahpokok yang menjadilandasanacuanuntukpelaksanaan program kerjakehumasanadalah :

  1. Penelitian dan Mendengarkan

Penelitian yang dilakukanberkaitandenganopini, sikapdanreaksidarimereka yang berkepentingandenganaksidankebijaksanaan-kebijaksanaansuatuorganisasi.Setelahitubarudilakukanpengevaluasianfakta-fakta, daninformasi yang masukuntukmenentukankeputusanberikutnya.Padatahapiniakanditetapkansuatufaktadaninformasi yang berkaitanlangsungdengankepentinganorganisasi, yaituapa yang menjadi problem kita ?

  1. Perencanaan dan Mengambil Keputusan

Sikap, opini, ide-ide, danreaksi yang berkaitandengankebijaksanaansertapenetapan program kerjaorganisasi yang sejalandengankepentinganataukeinginan-keinginanpihak yang berkepentinganmulaidiberikan : apa yang dapatkitakerjakan ?

  1. Mengkomunikasikan dan Pelaksanaan

Informasi yang berkenaandenganlangkah-langkah yang akandilakukan, dijelaskansehinggamampumenimbulkankesan-kesan yang secaraefektifdapatmempengaruhipihak-pihak yang dianggappentingdanberpotensiuntukmemberikandukungansepenuhnya :apa yang telahkitalakukandanmengapabegitu ?

  1. Mengevaluasi

Pihakhumasmengadakanpenilaianterhadaphasil-hasildari program-program kerjaatauaktivitashumas yang telahdilaksanakan.Termasukmengevaluasikeefektivitasandariteknik-teknikmanajemendankomunikasi yang telahdiperlukan: bagaimana yang telahkitalakukan ?

 

Tahap yang paling seringdiabaikanadalahpenelitian, perencanaandanevaluasi.Sebaliknya di antaramereka yang terlalubanyakmemfokuskanpekerjaannyapadapublisitas, yang sebenarnyaakansecaraotomatismunculapabila program PR dirangcangberdasarkanpenelitian, perencanaandanevaluasi yang serius.

 

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Program kerja adalah sebagai suatu rencana kegiatan dan suatu organisasi yang terarah terpadu dan tersistematis yang dibuat untuk rentang waktu yang telah ditentutan oleh suatu organisasi.

Tujuan dari proses perencanaan program kerja untuk mengelola berbagai aktivitas manajemen humas tersebut yang diwujudkan jika terorganisasi dengan baik melalui manajemen humas yang dikelola secara profesional dan dapat dipertanggung jawabkan hasil dan sasarannya. Secara umum pengertian dari perencanaan humas yaitu terdiri dari semua bentuk kegiatan perencanaan, wujud rencana kerja dan alasan dilakukannya perencanaan kerja humas. Program perencanaan PR memiliki beberapa model yaitu pengenalan situasi, penetapan tujuan, defenisi khalayak, pemilihan media dan teknik – teknik Humas, penentuan anggaran.

 

DAFTAR PUSTAKA Continue reading

Manfaat Jus Mangga Untuk Kesehatan

 Mangga dianggap sebagai salah satu buah yang paling lezat dan sehat. Memiliki kulit kuning, oranye atau hijau kemerahan merupakan salah satu keunikan dari mangga. Buah tropis ini berasal dari dataran Himalaya, dan telah dibudidayakan di berbagai daerah di India dan di iklim tropis di seluruh dunia.
Buah musiman ini dijadikan bagian rutin dari diet manusia selama sekitar empat ribu tahun yang lalu. Berkat rasa yang lezat dan aroma yang harum, menjadikan buah ini sangat lezat dan sangat sehat.

Buah mangga bisa dikonsumsi secara langsung atau dengan cara diolah seperti dijadikan sebuah jus segar. Dengan dibuat menjadi jus, rasa dari buah mangga ini akan semakin lezat dan lebih sehat lagi.

Jus Mangga (images: Stylecraze)

Untuk mengetahui lebih lanjut dari manfaat jus mangga untuk kesehatan, berikut 10 manfaat jus mangga untuk kesehatan manusia yang lebih baik.

10. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Vitamin C, Vitamin A dan karotenoid bisa ditemukan dalam jus mangga. Hal ini sangat konstituen menggabungkan bersama-sama untuk menjaga kekebalan tubuh. Sehingga tubuh tidak akan mudah terkena penyakit.

9. Melancarkan Pencernaan

Jus mangga menawarkan kesehatan sistem pencernaan bagi siapa yang meminum jus ini. Jika Anda sedang menderita sembelit, salah satu hal terbaik untuk mengobatinya yaitu dengan meminum jus mangga.

8. Membantu Penderita Diabetes

Diabetes adalah penyakit parah yang tidak boleh dianggap sepele. Hal ini ditandai dengan kelebihan kuantitas gula darah dalam tubuh. Penyebab umum dari diabetes termasuk tekanan darah tinggi dan kolestrol tinggi. Namun jus mangga bisa menormalkan kadar insulin, menjaga tekanan darah dan membunuh kolestrol jahat.

7. Menjaga Cadangan Alkali Tubuh

Asam malat, asam tartarat dan asam sitrat tersedia dalam jus mangga. Asam ini memudahkan tubuh untuk menjaga cadangan alkali dalam tubuh Anda.

6. Membersihkan Kulit

Jus mangga juga sangat berguna untuk kulit Anda yang akan memberikan nutrisi penting dalam jumlah yang besar. Jerawat dan masalah kulit lainnya dapat diatasi dengan bagian luar dari mangga, Anda hanya perlu menerapkan bubur mangga pada kulit Anda selama sepuluh menit. Setelah waktu yang disarankan, cuci muka Anda dengan air hangat.

5. Menyehatkan Mata

Mengkonsumsi buah mangga atau jus mangga adalah cara terbaik untuk memberi tubuh Anda nutrisi penting yaitu Vitamin A. Mangga atau jus mangga dapat mengatasi mata kering sehingga mata terlihat lebih segar dan meningkatkan penglihatan mata Anda.

4. Bermanfaat Untuk Penderita Anemia

Besi adalah salah satu nutrisi yang paling signifikan, kekurangan nutrisi ini bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti anemia. Anda dapat memberikan zat besi yang cukup untuk tubuh dengan hanya mengonsumsi satu gelas jus mangga setiap hari.

3. Menjaga Tekanan Darah

Jus mangga mengandung nutrisi penting yaitu kalium. Nutrisi ini sangat penting untuk membantu otot-otot, jantung dan saraf. Kalium juga sangat penting untuk mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh dan tekanan darah Anda.

2. Menurunkan Tingkat Kolesterol

Jus mangga memberikan Anda Vitamin C yang cukup. Vitamin C ini akan memfasilitasi tubuh manusia dalam menurunkan kadar kolesterol serum, terutama Low-Density Lipoprotein.

1. Mencegah Kanker

Mangga mengandung senyawa antioksidan termasuk astragalin, methylgallat, isoquercitrin, fisetin, quercetin dan asam galat. Semua senyawa ini dianggap efektif untuk mengurangi risiko kanker payudara, usus besar, leukemia dan prostat.

Impartasi dari kenakalan Remaja

  1. Apa itu REMAJA ?

Seringkali dengan mudah orang mendefinisikan remaja sebagai periode transisiantara masa anak-anak ke masa dewasa, atau masa usia belasan tahun, atau seseorang yang menunjukkan tingkah laku tertentu seperti susah diatur, mudah terangsang perasaannya, dan sebagainya.

 

Masalahnya sekarang, kita tidak dapat berhenti dengan hanya menyatakan bahwa mendefinisikan remaja itu sulit. Sulit atau mudah, masalah-masalah yang menyangkut kelompok remaja kian hari kian bertambah. Berbagai tulisan, ceramah, maupun seminar yang mengupas berbagai jenis kehidupan remaja, termasuk kenakalan remaja, perilaku seksual remaja, dan hubungan remaja dengan orang tuannya, menunjukkan betapa seriusnya masalah ini dirasakan oleh masyarakat. Dengan perkataan lain, masalah remaja sudah menjadi kenyataan sosial dalam masyarakat kita. terlebih lagi kalau dipertimbangkan bahwa remaja sebagai generasi adalah yang akan mengisi berbagai posisi dalam masyarakat dimasa yang akan datang, yang akan meneruskan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara di masa depan

.

Remaja itu dapat dikatakan sebagai periode pemantapan identitasdiri, dapat pula dikatakan masa strom and stress, up and down. Dalam hal ini remaja dapat dibagi dua bagian, yaitu:

  1. Masa remaja awal (usia 13-17 tahun)
  2. Masa remaja akhir (usia 17-18 tahun)

B. Awal mulanya Kenakalan Remaja

Seperti halnya anak-anak orang kaya yang lain, adalah anak yang materialistik. Mereka mendambakan kemewahan, baju-baju yang sedang in, mobil-mobil keluaran baru, makan dan barang-barang yang diiklankan di TV dan semua hal yang hanya dapat dibeli dengan uang. Akan tetapi, Frog dan banyak anak-anak lain yang senasib dengannya, datang dari keluarga yang tidak mampu. Sejak lahir mereka sudah tidak mengenal ayahnya. Sementara itu, mereka harus menyaksikan ibunya bekerja keras setiap hari untuk mendapatkan upah beberapa dolar, atau harus antri di kantor sosial untuk minta tunjangan sosial. Frog sendiri tidak bersekolah dan angka penganguran dikalangan remaja kulit hitam di Amerika Serilkat mencapai 37% (Time, 9 Mei 1988: 6). Tidak ada yang dapat dilakukan Frog karena ia hanya pekerja kasar, penghasilannya sangat tidak memadai. Frog ingin menikmati kemewahan, di samping ia ingin menyenangkan ibunya dengan memberikan barang-barang keperluannya. Inilah yang membuat Frog terjerumus ke dalam perdagangan obat bius.

 

Dalam menerangkan asal mula kenakalan remaja seperti tersebut di atas oleh Jensen digolongkan ke dalam teori sosiogenik, yaitu teori-teori yang mencoba mencari sumber penyebab kenakalan remaja pada faktor lingkungan keluarga dan masyarakat. Termasuk kedalam teori sosiogenik ini antara lain adalah teori Broken Home dari Mc. Cord, dkk. (1959) dan teori “penyalahgunaan anak” dari Shanok (1981) (dalam Jensen, 1985: 421).

Cara pembagian faktor penyebab kelainan perilaku anak dan remaja dikemukakan pula oleh orang-orang lain, seperti antara lain oleh Philip Graham. Philip Graham lebih mendasarkan teorinya pada pengamatan empiris dari sudut kesehatan mental anak dan remaja. Ia juga membagi faktor-faktor penyebab itu ke dalam dua golongan (Graham, 1983), yaitu:

1. Faktor Lingkungan

  • malnutrisi (kekurangan gizi);
  • kemiskinan di kota-kota besar;
  • gangguan lingkungan (polusi, kecelakaan lalu-lintas, bencana alam, dan lain-lain);
  • migrasi (urbanisasi, pengungsian karena perang dan lain-lain);
  • Faktor Sekolah (kesalahan mendidik, faktor kurikulum, dan lain-lain);
  • Keluarga yang tercerai berai (perceraian, perpisahan yang terlalu lama, dan lain-lain);
  • Gangguan dalam pengasuhan oleh keluarga;
  1. kematian orang tua;
  2. orang tua sakit berat atau cacat;
  3. hubungan antaranggota keluarga tidak harmonis;
  4. orang tua sakit jiwa;
  5. kesulitan dalam pengasuhan karena pengangguran,kesulitan keuangan, tempat tinggal tidak memenuhi syarat, dan lain-lain).

2.  Faktor Pribadi:

  • faktor bakat yang mempengaruhi temperamen (menjadi pemarah, hiperaktif, dan lain-lain);
  • cacat tubuh;
  • ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri

C. Penanganan Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja disebabkan oleh beberapa hal antara lain kesalahan sistem pengajaran di sekolah yang kurang menanamkan sistem nilai, transisi kultural, kurangnya perhatian orang tua, dan kurangnya kepedulian masyarakat pada masalah remaja. Untuk mengatasi permasalahan remaja tersebut perlu dilakukan secara sistemik dan komprehensip melalui lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan melalui kebijakan pemerintah. Hal ini dapat dapat dikaji dan dilakukan melalui berbagai disiplin ilmu (interdisipliner) yaitu agama, moral (PPKn), olahraga kesehatan, biologi, Psikologi, sosial, hukum, dan politik.

Tulisan ini berusaha mendeskripsikan masalah kenakalan remaja (siswa SLTP & SLTA) terutama pengguna narkoba dan berusaha untuk memberikan solusi. Penulis mengharapkan artikel ini dapat dijadikan salah satu referensi dalam memberantas narkoba. Memang untuk mengatasi masalah kenakalan remaja perlu adanya kerjasama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah secara kompak sehingga permasalahan yang di hadapi para remaja dapat ditangulangi secara tuntas. Strategi yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Penanganan di Lingkungan Sekolah

Salah satu penyebab anak usia sekolah nakal karena tidak memiliki sistem nilai sebagai pedoman dalam kehidupanya. Dengan demikian, mereka sangat mudah untu mengadopsi sesuatu yang ada di masyarakat tanpa menyaring terlebih dahulu. Untuk itu sekolah sebagai penyelenggara pendidikan formal harus mengubah sistem pengajaran yang lebih menekankan pada aspek kognitif, ke sistem pengajaran yang seimbang antara kognektif, afektif dan psikomotor. Perpaduan ketiga aspek tersebut akan memberikan bekal kepada siswa untuk hidup dalam masyarakat. Penggarapan aspek afektif (sikap, minat, sistem nilai, apresiasi) akan berdampak positif terhadap perilaku siswa.

Pada dasarnya setiap siswa memiliki sistem nilai, jika sistem nilai ini kita klarifikasikan maka akan mempengaruhi perilaku siswa baik secara individu maupun secara berkelompok. Penanaman sistem nilai kepada siswa di sekolah hendaknya dengan berbagai strategi dengan melibatkan semua guru bidang studi. Menanggulangi masalah kenakalan remaja termasuk pengguna narkoba (narkotik dan obat terlarang ) khususnya di sekolah perlu kerjasama antara guru agama, PPKn, bimbingan konseling, olahraga kesehatan, dan biologi secara terintegrasi

a. Pendekatan melalui Agama

Guru agama dalam menjelaskan masalah kenakalan ramaja (perilaku menyimpang, penggunaan narkotik, minuman keras) bisa dengan cara memberi tugas kepada siswa untuk mencari ayat Al-Quran dan hadist nabi yang berkaitan dengan masalah tersebut, sehingga siswa akan memahami betul isi dari ajaran agama yang diyakininya berkaitan dengan permasalahan. Harus diingatkan bahwa mempelajari Al-Quran dan hadist nabi harus dimulai dengan keyakinan bukan dimulai dari keraguan sebagaimana mempelajari ilmu. Dengan demikian, tidak akan menyalahkan alquran maupun hadist jika yang terdapat dalam pikiranya berbeda. Justru dengan kejadian itu dapat dijadikan sebagai bahan renungan dan koreksi diri apa yang telah diperbuat.

Dengan strategi pemberian tugas tersebut diharapkan siswa akan mengerti menyadari, dan memahami dengan penuh makna apa yang dipelajari sehingga mereka taat akan agamanya, serta mengetahui akibat jika melakukan tindakan yang salah. Pada dasarnya setiap agama melarang umatnya memakai atau mengonsumsi norkoba. Dalam hal ini agama Islam dengan tegas melarang umatnya minum minuman keras. Agama Islam menganjurkan pada umatnya agar sesama manusia untuk saling mengenal, menolong, dan bekerjasama bukan untuk saling berkelahi., karena dengan saling tolong menolong dan bekerjasama akan mendatangkan suatu keuntungan.

problem kenakalan remaja dan narkoba jika dikaji dari berbagi ilmu akan memiliki tujuan yang luar biasa. Misalnya minuman keras akan menyebabkan manusia mabuk (tidak sadarkan diri) sehingga tindakan yang dilakukan cenderung merugikan orang lain. Secara logika saja tidak mungkin dalam keadaan mabuk seseorang melakukan sesuatu dengan benar.

b. Pendekatan Moral dan Hukum (PPKN)

PPKn merupakan bidang studi yang mengajarkan nilai, norma, dan moral kepada siswa, untuk itu guru PPKn memeliki kewajiban untuk ikut menyelesaikan masalah kenakalan remaja. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara melalui proses pembelajaran dengan menggunakan multi metode dan media seperti Value Clarification Technik (pembinaan nilai), sosio drama, bermain peran, liputan, diskusi, pertemuan kelas, dan pemberian tugas. Penggunaan metode ini hendaknya disesuaikan dengan pokok bahasan, situasi dan kondisi sehingga benar-benar dapat bermakna bagi siswa.

Penggunaan metode VCT (pembinaan nilai) baik VCT percontohan, skala sikap, daftar baik buruk dapat melatih siswa untuk memilih sistem nilai yang akan diyakini dalam menghadapi suatu masalah. Dengan sering dilatih emosinya ini, maka diharapkan remaja (siswa) dapat menyaring atau memilah-milah suatu informasi dari media masa maupun masyarakat.

Guru dapat memberi tugas kepada siswa untuk mencari contoh masalah kenakalan remaja yang ada di masyarakat. Tugas ini diberikan kepada siswa dengan tujuan agar mereka lebih sensitip terhadap problem yang terjadi di masyarakat. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk memberikan kometar, penyebab dan akibat remaja melakukan perbuatan yang menyimpang serta bagaimana cara mengatasinya. Tugas tersebut akan melatih siswa untuk mengetahui secara mendalam tentang permasalahan remaja dan cara-cara untuk menyelesaikan. Kegiatan ini juga dapat melatih siswa bersosialisasi dengan masyarakat lingkunganya. Hal ini sejalan dengan pembelajaran portofolio dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK)

Di samping itu guru hendaknya menugaskan kepada siswanya untuk mencari pasal-pasal dalam hukum pidana (tentang perkelaian, penganiayaan, minuman keras dan pengguna narkoba) kemudian didiskusikan di dalam kelas untuk dicari solusinya. Dalam diskusi agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebaiknya melibatkan aparat penegak hukum (polisi, jaksa, hakim) sebagai nara sumber untuk menjelaskan sebab akibat dari penggunaan narkoba, berkelahi, minuman keras, dan berbuat kekerasan lainya ditinjau dari hukum.

c. Pendekatan melalui olahraga kesehatan

Olahraga adalah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah kenakalan remaja terutama pengguna narkoba. Berdasarkan hasil penelitian di Yogyakarta bahwa anak-anak remaja memakai narkoba dengan alasan untuk menghilangkan stres, mendapatkan ketenangan, mencari kesenangan dan kenikmatan, menyesuaikan dengan perilaku teman.

Alasan tersebut hanyalah merupakan jalan pintas dalam menyelesaikan masalah yang dilakukan oleh remaja, sebenarnya masih banyak jalan lain untuk menyelesaikan antara lain dengan berolah raga. Sekolah hendaknya mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. sebab olah raga memiliki manfaat antara lain:

  1. Merangsang keluarnya B indorfin yang merupakan morfin yang diproduksi oleh tubuh sendiri. Hal ini dapat mendatangkan rasa senang, tenang, dan sakit.
  2. Mengurangi kadar garam yang tinggi. Zat ini dapat membuat cemas, pemarah dan stress
  3. Menambah osigen otak. Cukupnya oksigen otak akan memperbaiki suasana hati dan menambah daya konsentrasi
  4. Memproyeksikan kemarahan dan kecemasan. Kemarahan dapat dilampiaskan dengan cara memukul bola keras-keras, berlari dan sebagaimya

 

d. Pendekatan melalui Bimbingan Konseling (BP)

Bimbingan konseling sangat berperan dalam menangani masalah siswa (remaja). Melaui BP diharapkan siswa mau menyampaikan masalah yang dihadapinya, karena BP memiliki keahlian khusus dalam bidang psikologi. Pendekatan yang digunakan haruslah humanis melalui sentuhan jiwa (rohani). Dengan demikian, diharapkan BP dapat dijadikan tempat berdialog para siswa dalam mengahadapi suatu persoalan. Dengan pendekatan ini maka siswa merasa dilindungi (diperhatikan).

Selain itu juga perlu diadakan razia narkoba secara rutin dan terprogram. Razia hendaknya dilaksanakan dengan semua guru yang dilakukan dengan serempak dan terorganisir sehingga siswa tidak dapat mengelak jika diketemukan membawa narkoba di dalam tas maupun sakunya.

e. Pendekatan melalui Biologi

Biologi merupakan ilmu yang mempelajari makluk hidup salah satunya adalah manusia. Dalam proses belajar mengajar guru biologi perlu menyisisipkan bahasan tentang bahaya narkoba terhadap tubuh manusia. Manusia yang mengonsumsi narkoba maka daya tahan fisik, fungsi otak akan berkurang. Bahkan berdasarkan hasil penelitian akibat narkoba terhadap otak adalah encernya cairan otak yang mengakibatkan lambat berpikir. Dengan penjelasan yang disampaikan guru diharapkan siswa betul-betul mengetahui akibatnya jika mereka mengonsumsi narkoba.

2. Penanganan di lingkungan keluarga.

Keluarga sebagai tempat pendidikan anak pertama harus lebih peka terhadap perkembangan perilaku anaknya. Dengan demikian, diharapkan anak dapat berkembang sesuai dengan nilai, norma yang berlaku. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut yang harus dilakukan orang tua antar lain adalah sebagai berikut:

Pertama harus ditanamkan nilai dan norma agama dalam diri anak. Karena agamalah yang dapat mengendalikan perilaku manusia. Jika melakukan ajaran agama dengan baik maka baiklah perilakunya tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan cara berdiskusi tentang berbagai permasalahan yang dihadapi remaja ditinjau dari agama dan bidang lain, melakukan sholat berjamaah.

Kedua orang tua harus dapat meluangkan waktunya untuk berkumpul dengan anaknya dalam rangka memahami, mengetahui kebutuhan psikis maupun fisik serta permasalahan yang dihadapi anaknya. Memecahkan permasalahan yang dihadapi anaknya yang sudah remaja hendaknya melibatkan seluruh anggota keluarga, dengan mendengarkan pemasukan dari semua amggota keluarga maka permasalahan tersebut dapat diselesaikan lebih baik.

Ketiga orang tua harus mengetahui teman-teman dekat anaknya. Hal ini dilakukan agar dapat lebih mudah mengontrol anaknya, apakah temanya tersebut baik ataukah anak brandalan. Perilaku remaja selain dipegaruhi oleh keluarga juga oleh teman sebaya, maka dalam memilih teman bergaul juga harus memperhatikan latar belakangnya. Orang tua dengan mengetahui teman-teman dekatnya sehingga mereka dapat memberikan suatu pandangan kepada anaknya bagaimana seharusnya bergaul.

 

3. Penanganan Di Lingkungan Masyarakat (Bidang Sosial)

Kepedulian masyarakat terhadap masalah remaja perlu ditingkatkan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengawasi kegiatan remaja dalam masyarakat. Masyarakat hendaknya memberikan suatu saran kepada para remaja jika mereka melakukan suatu tindakan yang menyimpang dari niai-niai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Kepedulian ini juga dapat diwujudkan dengan cara melaporkan kepada yang berwajib (polisi) jika mengetahui adanya perdagangan obat terlarang, melakukan perkelahian, minum-minuman keras ataupun melakukan tindakan kekerasan yang lainya. Kepedulian masyarakat ini akan membantu dalam mengatasi permasahan kenakalan remaja. Hal lain yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah mengajak remaja dalam kegiatan-kegiatan sosial masyarkat (gotong royong, aktif dalam kegiatan kepemudaan, keagamaan) serta memberikan suatu keterampilan yang berguna dalam hidupnya..

4. Penanganan oleh Pemerintah (bidang politik)

Generasi muda adalah pemegang tongkat estafet pembangunan bangsa. Ada sebagian masyarakat kita berpendapat jika pemuda rusak maka rusaklah bangsa namun jika pemuda baik, maka baiklah bangsa ini. Oleh karena itu, pemerintah harus dapat menyiapkan generasi muda yang beriman dan bartaqwa, berkepribadian luhur, dan kreatif. Untuk mewujudkan itu maka pemerintah harus memiliki langkah-langkah kongkrit. Langkah-langkah tersebut antara lain:

a. Lebih mengaktifkan kembali kegiatan organisasi kepemudaan seperti karang taruna, KNPI, dan organisasi-organisasi kepemudaan yang lain. Hal ini dilakukan untuk memecahakan permasalahan yang dihadapi remaja denga cara berdialog antar remaja dan juga bisa digunakan sebagai kegiatan para remaja untuk berkreasi.

b. Melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba pada remaja sampai ketingkat pedesaan.

c. Meningkatkan dan membuka pelatihan-pelatihan untuk generasi muda. Kegiatan ini akan memberikan suatu keterampilan para remaja sehingga bisa mengurangi pengangguran. Akhirnya kegiatan yang negatif dari remaja dapat ditekan seminimal mungkin.

d. Memberikan hukuman yang berat kepada pengguna narkoba dan tindak kriminal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa remaja yang menggunakan narkoba, melakukan tindakan kriminal, minum-minuman keras pada umumnya mereka sudah mengetahui bahaya narkoba bagi kesehatan, akibat melanggar hukum, dan tindakan merugikan orang lain namun mereka tetap melakukan. Hal ini karena kurang tegaknya hukum, maka untuk membuat jera perlu adanya hukuman yang lebih berat.

narkoba

Fungsi dan Kegunaan Flashdisk

fd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Teknologi komunikasi dan informasi yang sangat pesat telah berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Persaingan di era globalisasi mengarah pada semakin kuatnya persaingan disektor industri. Daya saing tidak lagi ditentukan oleh keberadaanya kekayaan alam, modal, atau asset berwujud, melainkan juga berdasarkan kemampuan untuk melaksanakan perencanaan yang matang, pengusaan pengetahuan dan teknologi dan pola metode serta proses kerja yang berdaya dan hasil berguna.

Dari perkembangan teknologi tersebut, disini saya mengangkat tentang kegunaan Flashdisk . Memasuki era globalisasi sekarang pemanfaatan teknologi telah menjadi kebutuhan pokok setiap manusia, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun perusahaan. Dan penyimpanan berbagai data pentig menjadi hal yang sangat menentukan dan tidak dapat kita abaikan. Salah satu media penyimpanan adalah Flashdisk.

Flashdisk yang anda kenal mungkin hanya berfungsi sebagai penyimpanan dan alat pemindah data saja, namun itu salah besar ternyata dibalik bentuknya yang kecil ini ia memiliki berbagai kemampuan magic yang mungkin belum anda ketahui. Semua yang anda ingin ketahui akan dijawab didalam Paper ini.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa itu flashdisk ?
  2. Kegunaan flashdisk ?
  3. Fungsi lain flashdisk ?

C. Tujuan

  1. Untuk dapat lebih memahami kegunaan akan flashdisk bagi kehidupan.
  2. Dapat mengerti akan cara kerja flahdisk itu sendiri.

D. Sasaran

Yang menjadi focus dalam penulisan paper ini, adalah bagi mahasiswa maupun orang yang bekerja di perkantoran, yang ruang lingkupnya sering menggunakam flashdisk sebagai tempat yang mereka anggap dapat menyimpan data saja.

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Flashdisk sebagai virtual memori

Flashdisk yang anda kenal mungkin hanya berfungsi sebagai penyimpanan data saja, namun itu salah besar fungsi lain dari flashdisk sebenarnya banyak sekali, dengan kemajuan teknologi pada saat ini yang sangat berkembang pesat, flashdisk yang awalnya hanya desain sebagai penyimpanan data kini berfungsi sebagai RAM. Dan bagi anda yang merasa komputernya masih menggunakan bagi anda yang merasa komputernya masih menggunakan Pentium 4 kebawah dengan harga memori DDR yang mahal lebih mahal dari DDR 2 sehingga membuat computer anda sedikit lambat karena minimnya kapasitas RAM komputer, anda bisa menambahkan RAM dengan menggunakan flashdisk yang anda punya. Dengan Flashdisk yang anda miliki, flashdisk anda dapat dibuat menjadi RAM, cara ini cukup efektif agar meningkatkan performa komputer anda, istilah ini dikenal dengan sebutan virtual memory.

Pengertian RAM sendiri adalah Random Access Memory, sebuah tipe penyimpanan komputer yang diisinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Pengertian lain RAM (Random-Acesss Memory) merupakan salah satu jenis memory internal yang menentukan kemampuan kecepatan kinerja sebuah komputer. Memory internal (Internal memory) bisa juga disebut juga memory utama (Main memory) dan memory primer (Primary memory). Komponen ini berfungsi sebagai pengingat. Jadi semakin besar RAM maka semakin baik kinerja PC kita, tetapi juga harus ditunjang hardware yang lain, percuma juga ketika memiliki RAM4G tetapi processornya P2 sama dengan tidak.

B. Install Windows Menggunakan Flashdisk

Pada zaman teknologi super canggih masa sekarang ini tidak ada yang tidak mungkin, bagi yang memiliki notebook mungkin akan berpikir 2 kali untuk membeli DVD Room External karena harganya yang lumayan mahal dan jarang terpakai.Disini hanya cukup memanfaatkan flashdisk yang anda miliki untuk windows ke komputer atau notebook anda, karena pada zaman sekarang flashdisk sudah menjadi kebutuhan pokok , setiap orang pasti mempunyai flashdisk dengan kapasitas yang besar dan tidak banyak memakan biaya. Sekarang anda bisa melakukan installasi windows yang hanya dengan menggunakan flashdisk yang sudah anda punya, bukan sekedar untuk menyimpan data saja tetapi bisa juga dipergunakan untuk menginstall windows anda.

C. Flashdisk Senjata para Hacker

Flashdisk yang kita kenal adalah sebuah perangkat portable yang sering digunakan sebagai media peyimpanan data, baik data pekerjaan kantor, kampus atau data-data baik data pekerjaan kantor , kampus atau data-data penting lainnya. Karena konsep dasar diciptakannya flashdisk adalah sebagai media penyimpanan data yang bersifat portable dan gampang dibawa kemana-mana, banyak pemilik flashdisk yang menganggap flashdisk hanya berguna sesuai dengan konsep dasar penciptaannya. Padahal dengan sedikit kreativitas anda dapat menjadikan flashdisk anda sebagai sebuah media pembantu dalam proses pembelajaran dan tindakan Hacking maupun penerapan security/keamanan anda saat beraktivitas pada komputer yang anda gunakan. Pada perkembangan dunia Informasi Teknologi masa sekarang flashdisk berfungsi bukan hanya sekedar tempat penyimpanan data saja namun flashdisk sebagai security tools.

D. Flashdisk Sebagai Kunci Komputer

Flashdisk adalah sebuah bebda kecil yang digunakan sebagai perangkat penyimpanan data portable yang sangat mudah dibawa kemanapun anda pergi. Ukurannya yang begitu kecil yang hanya sebesar korek gas membuat benda ini sangat mudah dibawa kemanapun dibandingkan perangkat penyimpanan lain seperti disket dan cd. Selain sebagai media penyimpanan, ternyata flashdisk mempunyai beberapa fungsi lain diantaranya bisa digunakan sebagai pengguna PC kita.

E. Membuat Windowsnlive flashdisk

Dengan membuat windows Live Flashdisk ini sebenarnya banyak sekali kegunaannya, jiak terdapat error pada windows komputer desktop atau tidak apat masuk kedalam windows desktop, anda hanya perlu memasukkan flashdisk anda dan memperbaiki system windows yang ada pada komputer desktop dengan menggunakan Windows Live Flashdisk yang sudah anda buat.

F. Flashdisk sebagai Memory Card

Pada tips kali ini akan mencoba menjadikan sebuah flashdisk menjadi memory card. Flashdisk ini nantinya akan digunakan sebagai media penyimpanan sebagai pengganti memory card.

G. Reset Password Windows dengan Flashdisk

Jika anda lupa dengan password windows baik windows xp, vista maupun windows 7 anda masih bisa mereset password administrator agar kosong alias tanpa password. Program sebelumnya dengan WPR(Windows password Remover) mampu menghapus password admin.

H. Membuat Hiren’s boot flashdisk

Hiren’s boot CD (HBCD) merupakan kumpulan tool yang dijadikan satu dalam CD bootable. HBCD sangat digemari oleh orang-orang yang suka mengoprek komputer,baik untuk sekedar hobby maupun sebagai senjata mereka yang bergerak dibidang service komputer.

 

 

I. Membuat flashdisk 1 GB menjadi flashdisk 2 GB

Membuat flashdisk 1 GB menjadi Flashdisk 2 GB adalah cara lama untuk merubah agar flashdisk 1GB terlihat menjadi 2 GB ketika anda properties flashdisk tersebut.

J. Hack Your friends Flashdisk

Flashdisk atau orang-orang bisa menyebutnya USB merupakan hardware yang paling banyak diminati oleh masyarakat pada saat ini sebagai alat untuk penyimpanan data-data mereka baik yang bersifat privat maupun publik.

Selain dari kegunaan-kegunaan diatas flashdisk juga memilki fungsi lain yaitu mengatur dan mengelola komputer, untuk menjalankan fungsi maka langkah awal adalah menginstall Parted Magic yaitu suatu software yang berfungsi untuk meresert password di Windows, clone sytem dan juga partisi hardisk. Selain itu flash disk juga bisa dibuat untuk bootable disk. Selain fungsi yang maksimal diatas, masih banyak sekali fungsi flasdisk untuk kebutuhan kita sehari-hari. Berawal dari sebuah disket berkembang menjadi CD dan saat ini sudah bisa dikemas berupa benda kecil yaitu flashdisk dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Perkembangan kecanggihan teknologi memang menunjukkan sebuah hasil yang dapat lebih mempermudah aktivitas manusia.Flashdisk akan lebih maksimal lagi bila anda mampu memanfaatkannya dengan baik, serta tak lupa merawatnya baik dari sisi fisik maupun file yang ada didalam flashdisk. Selalu lakukan scaning secara rutin saat flashdisc digunakan agar terhindar dari virus.

 

 

 

 

 

 BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pada dasarnya Flashdiskadalah perangkat keras (Hardware) portable yang berfungsi untuk penyimpanan data saja atau sebagai pengganti disket yang dapat dibawa kemana-mana dan dengan kapasitas yang besar, namun sering perkembangan pada dunia teknologi flashdisk kini menjadi multi fungsi dan kegunaan yang awalnya hanya sebagai penyimpanan data namun dengan perkembangannya software-software pendukung portable ataupun yang perlu diinstall, flashdisk kini berkembang fungsi dan kegunaannya.

Konsep diri ?

who am iKonsep diri adalah kunci pembuka harta karun potensi. Konsep diri merupakan pondasi utama keberhasilan proses pembelajaran. Selama ini kita telah sering mendengar istilah citra diri atau self, image, harga diri atau self esteem dan kepercayaan diri self confidence. Namun kita jarang mendapat penjelasan mengenai apakah konsep diri itu. Terdapat beberap komponen konsep diri, yaitu :

  • Diri ideal (Self ideal)

Diri ideal menentukan sebagian besar arah hidup kita. Selain itu Diri ideal jugak menentukan arah perkembangan diri dan pertumbuhan karakter serta kepribadian, merupakan gabungan dari semua kualitas dan ciri kepribadian orang yang sangat anda kagumi. Selama hidup, seseorang pasti banyak membaca atau mendengar mengenai diri orang yang menunjukkan kualitas yang luar biasa. Mereka diri orang yang menunjukkan kualitas yang luar biasa, dimana menujukkan keberanian, rasa cinta kasih, ketabahan, ketekunan, kesabaran, integritas, kejujuran dan masih banyak karakter lainnya. Semua nya itu akan membentuk diri yang ideal yang telah ditetapkan sebelumnya.

  • Citra Diri

Citra diri adalah cara seseorang melihat diri sendiri dan berpikir mengenai diri sendiri saat ini. Citra diri sering jugak disebut sebagai cermin diri, dimana senantiasa melihat kedalam cermin untuk mengetahui bagaimana harus bertindak atau berlaku pada suatu keadaan tertentu. Selalu bertindak dan bersikap sesuai dengan gambar yang muncul pada cermin diri anda. Misalnya Bila anda melihat diri anda pada cermin diri anda. Sebagai orang yang percaya diri, tenang, dan mampu belajar dengan a akan baik, maka setiap kali belajar anda akan merasa percaya diri, tenang, mampu. Anda akan selalu positif dan bergembira. Perubahan atau peningkatan konsep diri yang paling cepat akan terjadi bila anda mengubah citra diri anda. Saat anda melihat diri anda dengan cara yang berbeda, anda akan bertindak dengan cara yang berbeda. Bila anda bertindak berbeda, anda akan merasa berbeda, karena anda bertindak dan merasa berbeda, anda akan mendapatkan hasil yang berbeda.

  • Harga Diri

Harga diri merupakan komponen yang bersifat emosional dan merupakan komponen yang paling penting dalam menentukan sikap dan kepribadian kita. Harga diri merupakan kunci untuk mencapai keberhasilan hidup. Harga diri didefenisikan sebagai kecendrungan untuk memandang diri sendiri upaya dlam menghadapi tantangan-tantangan hidup yang mendasar dan layak untuk hidup bahagia. Selain itu harga diri jugak dapat di defenisikan sebagai seberapa suka anda suka pada diri anda sendiri. Semakin anda menyukai diri anda sendiri, menerima diri anda, dan hormat pada diri anda sendiri sebgai seorang yang berharga dan bermakna, semakin tinggi harga diri diri anda. Semakin anda merasa sebagai manusia yang berharga, anda akan semakin positif dan bahagia. Harga diri anda akan menentukan semangat, antusiasme dan motivasi diri. Harga diri anda adalah penentu prestasi dan keberhasilan anda. Orang dengan harga diri yang tinggi memiliki kekuatan pribadi yang luar biasa besar dan dapat berhasil melakukan apa saja didalam hidupnya. Harga diri dibangun dengan melakukan suatu praktek tindakan. Bukan hanya dengan menggunakan emosi dan keinginan saja.

Jadi, diri ideal adalah orang yang anda sangat ingin menjadi disuatu waktu dimasa depan. Diri ideal menentukan arah hidup, pertumbuhan, dan evolusi diri anda. Citra diri adalah cara anda melihat diri anda sendiri dan menentukan prestasi anda dimasa sekarang. Harga diri ditentukan oleh hubugan antara diri ideal dan citra diri anda atau cara anda melakukan kegiatan sehari-hari atau prestasi anda. Semakin konsisten kegiatan sehari-hari anda dengan orang yang anda hendak menjadi, akan semakin tinggi harga diri anda. Harga diri yang tinggi adalah dasar dari sebuah konsep diri yang positif dan merupakan unsur penting untuk mencaoai keberhasilan. Semakin tinggi harga diri anda. Harga diri tinggi adalah dasar dari sebuah konsep diri yang positif dan merupakan unsur penting untuk mencapai keberhasilan. Semakin anda menyukai dan menghargai diri anda sendiri, anda akan semakin baik dalam mengerjakan sesuatu. Untuk berhasil, selain harus mempunyai konsep diri yang baik, masih ada hal lain yang harus diperhatikan, yang disebut sebagai karakter penting kehidupan, yaitu :

  • Hidup dengan penuh kesadaran
  • Penerimaan diri sebagai manusia yang berharga (self acceptance)
  • Tanggung jawab pribadi
  • Keberanian mengambil resiko
  • Hidup dengan tujuan yang jelas
  • Integritas pribadi.